Jul 15, 2008

Happy Birthday Kay

Selamat ulang tahun Kayril Arenuma Faiz.

Terima kasih yang tak terhingga dari Baba dan Mama untuk seribu delapan ratus dua puluh enam hari yang dipenuhi dengan peluk, cium, canda, tawa, senyum, tangis, haru, marah dan berbagai keajaiban lain yang tak terhitung jumlahnya.

Baba dan Mama berharap Kay menjadi manusia yang berguna bagi semua, tanpa batasan bangsa, negara dan keyakinan.

Jul 14, 2008

Terima Kasih 2

‘Ba, waktu itu ada kejadian mengharukan, deh,’ kata Mama kemarin.

‘Kenapa, Ma?’

‘Si Kay tiba-tiba nyamperin aku, terus bilang “Kalau sudah dibantu bilang apa, Ma?” Aku tanya lagi: “Bilang apa?” Terus dia bilang gini: “Telima kasih.” Terus…’

‘Terus?’

‘Terus dia ngeliatin aku, dan bilang: “Telima kasih, Ma.” sambil meluk aku.’

Kami berdua tersenyum. Terharu.

‘Lalu aku bilang: “Sama-sama, Nak. Emang Mama udah bantu Kay?” Terus dia jawab: “Udah,” katanya.’

Sama-sama, Nak. Baba dan Mama juga berterima kasih pada Kay. Kay sudah banyak membantu Baba dan Mama dengan cara yang tak terduga.

Jul 9, 2008

Permainan Baru Kay

‘Kok nggak ada sualanya siih?’ tanya Kay sambil memegang kepingan puzzle hewan pertanian. Kepingan puzzle itu bergambar seekor ayam jantan, seekor ayam betina dan dua ekor anak ayam, tepat di tengah-tengahnya ada sebuah kenop yang berfungsi sebagai pegangan.

‘Suara apa, Nak?’ Mama balik bertanya.

‘Suala ayam,’ jawab Kay.

‘Ayam apa? Jantan apa betina?’ tanya Mama lagi.

‘Ayam jantan,’ jawab Kay.

‘Pijit ayamnya dong,’ pinta Mama.

‘Pijit Maaa,’ kata Kay sambil memijit kenop di kepingan puzzle itu.

‘Kukuruyuuuuuk,’ kata Mama menirukan kokok ayam jantan.

‘Oh, oh, oh,’ lirih Kay sambil tergopoh-gopoh menghampiri dan memeluk Mama dengan erat.

Jul 8, 2008

Tugas

‘Apa tugas suster, Kay,’ tanya Ibu Terapis.

Kay memperhatikan gambar suster yang ada di hadapannya, lalu menjawab:

‘Membawa obat.’

Dalam gambar itu si suster memang sedang membawa obat, tetapi bukan itu jawaban yang diharapkan oleh Ibu Terapis.

‘Bukan, Kay. Kemarin kan sudah diajarkan, tugas suster adalah merawat—?’ kata Ibu Terapis memancing.

‘Olang sakit,’ jawab Kay.

‘Iya, benar.’

‘Sekarang tugas Baba apa?’ tanyanya lagi.

‘Mengantal vishidi,’ jawab Kay mantap.

‘Mengantar VCD?’ Ibu Terapis hampir tak dapat menahan tawanya. ‘Tugas Mama apa?’

‘Pelgi ke Swedia,’ jawab Kay.

‘Oh, gitu. Kalau tugas Kay apa?’

‘Memakai baju.’

Mulai mengarang bebas agaknya si Kay ini.

Akhirnya Ibu Terapis berhasil mengingatkan Kay bahwa tugas Kay adalah belajad dan tugas Baba adalah mencari uang.

‘Untuk apa, Kay?’

‘Untuk jajan,’ jawabnya sambil tersenyum.